Record Detail

Image of IMPLEMENTASI NORMA STANDAR RUMAH DETENSI IMIGRASI DALAM UPAYA PENCEGAHAN KONFLIK ANTAR DETENI

Text

IMPLEMENTASI NORMA STANDAR RUMAH DETENSI IMIGRASI DALAM UPAYA PENCEGAHAN KONFLIK ANTAR DETENI



Tujuan penelitian ini aadalah untuk menemukan tipologi konflik anatar deteni yang terjadi di dalam rumah detensi imigrasi (rudenim), mengetahui implementasi norma standar rudenim dan memberikan rekomendasi dalam upaya pencegahan konflik yang terjadi antar deteni sehingga dapat dijadikan bahan referensi pembuatan laporan dalam penanganan orang asing yang ditempatkan di rudenim yang dapat dimanfaatkan berbagai pihak terkait yaitu Direktorat Jendral Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI< Rumah Detensi Imigrasi di seluruh wilayah Indonesia, UNHCR, IOM dan lembaga swadaya masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap penangan orang asing.

Penelitian iini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah di rudenim berdasarkan kondisi realitas atau natural setting yang holistic, kompleks, dan rinci. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen dan penelitian lapangan yang dilakukan melalui wawancara baik secara tertulis maupun lisan. Untuk lokasi penelitian dilakukan di 6 provinsi yaitu Kepualuan Riau, Sumatera Utara, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan DKI Jakarta. Sedangkan teknik analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian terungkap beberapa hal, pertama bahwa tipologi konflik anatar deteni yang terjadi dalam rudenim dapat dilihat dari 3 sudut pandang yaitu penyebab, bentuk, dan actor. Dari sudut penyebab, konflik dapat terjadi karena posisi yang tidak selaras dan perbedaan sudut pandang antar deteni dengan petuga rudenim dan UNHCR, kebutuhan dasar deteni yang tidak terpenuhi, dan adanya ketidakcocokan dalam cara-cara komunikasi antar deteni yang berbeda latar belakang budaya dan agamanya. Dari sudut bentuk, konflik yang terjadi di Rudenim dapat laten, terbuka dan permukaan. Dari sudut pandang actor, konflik di rudenim dapat terjadi antara deteni dengan deteni baik sesame warga Negara maupun deteni yang berbeda warga Negara.

Kedua, secara umum implementasi norma standar HAM di Rudenim telah dilaksanakan. Jika dilihat di 6 rudenim, implementasi pada tahapan pendetensian dan pelayanan deteni telah dilaksanakan, namun ada beberapa hambatan yang bersumber dari anggaran, saran, dana prasarana, dan SDM. Hal ini menunjukkan bahwa implementasi norma standar HAM di Rudenim masih ditemukan beberapa kekurangan. Meskipun masih kurangnya implementasi norma standar HAM Rudenim seperti yang telah diuraikan di atas, tidak selalu menimbulkan konflik, namun dapat mengakibatkan konflik. Beberapa kekurangan implementasi norma standar HAM di Rudenim yang berpotensi menimbulkan konflik diantaranya, kurangnya ketersediaan dan kesempatan memperoleh hiburan/rekreasi di luar rudenim, sehingga beberapa rudenim, dan perbedaan system pengamanan di rudenim yaitu maximum security dan minimum security/ social security.

Ketiga, upaya pencegahan konflik yang telah dilakukan oleh pihak rudenim, a) memelihara kondisi damai dalam rudenim dilaksanakan dengan cara : menunjuk deteni yang berpengaruh dari masing-masing kewarganegaraan untuk menjembatani komunikasi antar sesama deteni, dan antar deteni dengan petugas rudenim; menerima dan merespon setiap keluhan yang disampaikan deteni secara cepat; memperlakukan setiap deteni secara sama; dan memberikan sertifikat kepada deteni yang dianggap berjasa dan berkelakuan baik; b)mengembangkan sistem penyelesaian secara damai : dengan cara mengedepankan dialog dan musyawarah dalam penyelesaian konflik antar deteni; c) meredam potensi konflik dengan cara : menerapkan peraturan yang berlaku di rudenim secara konsisten; pimpinan rudenim memberikan contoh yang baik bawahannya dan deteni dalam berperilaku sehari-hari; bersikap bijaksana dalam menghadapi suatu situasi dan kondisi yang dapat menjadi konflik dengan berusaha memberikan pemahaman-pemahaman yang dapat diterima oleh deteni; menginformasikan kepada deteni setiap informasi penting khususnya dalam proses penentuan status dan penempatan ke Negara ketiga; dan senantiasa melakukan pendekatan dan komunikasi dengan para deteni sehingga menciptakan suasana damai; d) membangun sistem peringatan dini yang dilakukan dengan cara : memetakan potensi-potensi konflik yang ada di rudenim; memasang CCTV di lingkungan rudenim; dan menggunakan deteni sebagai informan, termasuk menjadikan mediator untuk menangani konflik antar deteni.

Adapun saran-saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut, kepada Menteri Hukum dan HAM RI, dalam rangka mengatasi keterbatasan anggaran yang dihadapi oleh rudenim, maka Kemenkumham melalui Sekjen harus menyusun daftar kebutuhan pegawai sesuai dengan kebutuhan rudenim yang meliputi psikolog atau pegawai yang mampu memberikan konseling kepada deteni. Sedangkan untuk mengatasi permasalhan kapasitas SDM di rudenim, maka Kementerian Hukum dan HAM melalui BPSDM harus memberikan pelatihan kepada pegawai rudenim yang meliputi materi HAM, kesiap-siagaan dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban rudenim, dan manajemen konflik. Dalam rangka mengatasi permasalhan over capacity di rudenim, maka Kemenkumham melalui Sekjen harus menetapkan kebijakan anggaran melalui beberapa alternative yaitu : 1) penambahan jumlah rudenim; 2) perluasan bangunan rudenim yang telah ada; 3) penambahan jumlah community house sehingga imigran illegal yang sudah berstatus pengungsi dapat dipindahkan ke luar rudenim. Kepada Dirjen Imigrasi, Pertama, dalam rangka implementasi norma standar rudenim : 1) perlu penyempurnaan SOP pada tahapan pendetensian dan pelayanan deteni dengan menambahkan 21 variabel penelitian yang memuat norma standar HAM sehingga tidak ada perbedaan kebijakan di setiap Rudenim; 2) peningkatan kapasitas SDM di Rudenim terkait pengetahuan HAM, bahasa asing, keamanan dan ketertiban; 3) bekerjasama dengan Balitbang untuk melakukan sosialisasi rudenim dan 4) bekerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat khususnya anak-anak. Dalam rangka pencegahan konflik antar deteni, : 1) membuat peta potensi konflik antar deteni; 2) upaya yang dapat dilakukan oleh petugas rudenim untuk mengatasi faktor penyebab konflik; dan 3)upaya yang dilakukan deteni untuk mencegah dan menyelesaikan konflik. Pemetaan ini dapat berfungsi sebagai early warning system dalam rangka mendeteksi gangguan keamanan dan ketertiban di rudenim. Peta potensi konflik ini perlu dibuat dalam sebuah peraturan Dirjen Imigrasi agar dapat diterapkan oleh seluruh rudenim; 2) peningkatan kapasitas petugas rudenim dalam hal manajemen konflik; 3) merekrut tenaga konseling/psikolog di setiap rudenim. Kepada UNCHR agar 1) memberikan kepastian waktu untuk penentuan status refugee 2) menambah keterwakilan UNHCR di setiap daerah yang terdapat rudeim; 3) menambah jumlah tenaga pewawancara yang menguasai keragaman bahasa sehingga mempersingkat waktu pewawancara penentuan status refugee; 4) menambah jumlah tenaga verifikator pusat dalam rangka verifikasi di Negara asal deteni. Sedangkan saran kepada IOM yaitu agar membuat standarisasi mekanisme pemberian bantuan di rudenim, dengan mempertimbangkan resiko minimal potensi konflik; dan menambah tenaga tenaga konseling/psikolog dan pekerja sosial di setiap rudenim.



Availability

304.82 BAL e 5 (2/2)304.82 BAL e 5My LibraryAvailable
304.82 BAL e 5 (1/2)304.82 BAL e 5My LibraryAvailable

Detail Information

Series Title
-
Call Number
304.82 BAL e 5
Publisher PERCETAKAN POHON CAHAYA : Jakarta.,
Collation
312
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-9423-66-2
Classification
IMIGRASI
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Link Ebook

Other version/related

No other version available



Information


RECORD DETAIL


Back To PreviousXML DetailCite this


Perpustakaan Badan Litbang Hukum dan HAM

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I.

Info selengkapnya