Record Detail

No image available for this title

Text

Perlindungan Hak Anak Korban Kekerasan Seksual



Anak-anak pada dasarnya memang lebih rentan menjadi korban kejahatan, mengingat kondisi meraka yang masih sangat tergantung pada orang dewasa di sekitarnya. Ketergantungan mereka menempatkan mereka pada risiko yang lebih besar pada tindakan pelecehan seksual bahkan kekerasan seksual. Kekerasan seksual pada anak adalah tindakan kejahatan berat. Ini adalah kejahatan yang dapat terjadi pada setiap anak, kapan saja, di mana saja – tanpa memandang latar belakang sosial mereka. Kejahatan ini kebanyakan dilakukan seseorang dalam lingkungan sosial anak, misalnya keluarga, kerabat, teman keluarga, guru, tokoh agama, tetangga. Kebanyakan pelaku kenal dekat dengan dengan korban-korban mereka. Untuk korban, efek dari kekerasan seksual sangat fatal. Dampaknya bervariasi bagi tiap anak, dampak yang merusak ini bahkan dapat dirasakan sampai dewasa, yang mempengaruhi semua aspek kehidupan mereka. Ini sangat berbahaya dan mengancam kehidupan anak-anak sebagai generasi masa depan. Di bali, faktor pemicu antara lain termasuk kemiskinan dan tingkat pendidikan yang rendah. Pemangsa di resor liburan terkenal seperti Bali memikat anak-anak miskin dengan memberi mereka hadiah dan mensponsori pendidikan mereka. Situasi semacam itu juga ditemukan di Nusa Tenggara Barat, ditambah dengan kasus pernikahan dini yang masih terjadi. Fenomena pernikahan dini menyebabkan risiko terhentinya pendidikan anak, terutama gadis-gadis muda. Masih banyak kasus tidak dilaporkan karena keluarga menganggapnya sebagai aib. Beberapa orang menganggap bahwa pelecehan seksual adalah masalah keluarga. Keluarga sering disarankan atau memutuskan untuk berdamai dengan pelaku. Karena itulah, data kasus yang tersaji di kepolisian atau pengadilan hanyalah puncak dari gunung es dibandingkan dengan peristiwa yang sebenarnya. Indonesia adalah penandatangan Konvensi Internasional mengenai Hak-hak Anak yang telah dijadikan hukum nasional melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Seharusnya, UU tersebut dikawal dalam pelaksanaan oleh berbagai lembaga. Bahkan, kerangka hukum dan kebijakan saat ini sudah kondusif berkenaan dengan hak-hak anak, namun masih memiliki beberapa kesenjangan yang signifikan dalam pelaksanaannya. Akhirnya, semua pihak dalam masyarakat termasuk pemerintah setempat, polisi, jaksa dan hakim, didorang untuk memiliki presepsi hukum yang serupa tentang undang-undang perlindungan anak. Semua demi membentuk masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.



Availability

362.7.BAL P4 (1/3)362.7.BAL P4My Library (R 73)Available
362.7.BAL P4 (2/3)362.7.BAL P4My Library (R 73)Available
362.7.BAL P4 (3/3)362.7.BAL P4My Library (R 73)Available

Detail Information

Series Title
-
Call Number
362.7.BAL P4
Publisher PERCETAKAN POHON CAHAYA : Jakarta.,
Collation
104 hal
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-9423-57-0
Classification
ANAK
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Link Ebook

Other version/related

No other version available



Information


RECORD DETAIL


Back To PreviousXML DetailCite this


Perpustakaan Badan Litbang Hukum dan HAM

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I.

Info selengkapnya